Peran Penting Seorang Akuntan Bagi Sebuah Perusahaan
            Seorang akuntan pastinya sangat dibutuhkan oleh setiap perusahaan, baik itu perusahaan jasa ataupun perusahaan dagang. Disetiap perusahaan jika terjadi sebuah transaks ataupun sebuah pergerakan keuangan dalam perusahaan, akuntanlah yang akan mencatat dan menyusunnya dalam sebuah laporan keuangan yang nantinya akan digunakan oleh perusahaan untuk menentukan langkah kedepannya bagi perusahaan untuk bergerak dalam bidang perusahaan tersebut.
            Akuntan juga berpengaruh penting dalam mau atau tidaknya seorang investor untuk mempertimbangkanagar mau  berinvestasi bagi perusahaan. Karena investor pastinya akan melihat perkembangan maju atau mundurnya kondisi keuangan sebuah perusahaan yang disusun oleh akuntan perusahaan tersebut. Sehingga peran seorang akuntan bagi perusahaan pastinya sangat penting setelah melihat hal-hal diatas.

Makna Mempelajari Akuntansi
            Makna mempelajari akuntansi yang selama ini sudah saya pelajari adalah bahwa akuntansi sangat berperan penting dalam setiap lingkup kehidupan yang sekarang cenderung menggunakan kekuatan ekonomi dalam kehidupan sehari-hari. Akuntansi sering terjadi dalam setiap lapisan dari tingkat paling bawah hingga tingkat teratas. Akuntansi berperan dalam setiap kejadian transaksi, sehingga kedepannya pasti akuntansi sangat dibutuhkan dan saya akan siap untuk itu ketika sudah mempelajari dengan baik akuntansi.

Kontinuitas Perusahaan
Going Concern (Kontinuitas Usaha) mengatakan bahwa suatu perusahaan akan beroperasi terus menerus dalam melakukan kegiatan, walaupun kenyataannya mengalami banyak kendala dan gagal setelah perusahaan baru saja didirikan. Unsur-unsur kontinuitas, yaitu :
a.       Likuiditas adalah kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Pengertian lain adalah kemampuan seseorang atau perusahaan untuk memenuhi kewajiban atau utang yang segera harus dibayar dengan harta lancarnya.
b.      Solvabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi semua kewajibannya. Solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk melunasi seluruh utang yang ada dengan menggunakan seluruh aset yang dimilikinya. Hal ini sesungguhnya jarang terjadi kecuali perusahaan mengalami ke pailitan. Kemampuan operasi perusahaan dicerminkan dari aset-aset yang dimiliki oleh perusahaan.
c.       Rentabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu.

RUANG LINGKUP DARI MANAJEMEN PEMBELANJAAN SUATU BISNIS
Ruang Lingkup Manajemen Keuangan terdiri dari: 
  1. Keputusan Pendanaan, meliputi kebijakan manajemen dalam pencarian dana perusahaan, misalnya kebijakan menerbitkan sejumlah obligasi dan kebijakan hutang jangka pendek dan panjang perusahaan yang bersumber dari internal maupun eksternal perusahaan.
  2. Keputusan Investasi, Kebijakan penanaman modal perusahaan kepada aktiva tetap atau Fixed Assetsseperti gedung, tanah, dan peralatan atau mesin, maupun aktiva finansial berupa surat-surat berharga misalnya saham dan obligasi atau aktivitas untuk menginvestasikan dana pada berbagai aktiva. 
  3. Keputusan Pengelolaan Aset, Kebijakan pengelolaan aset yang dimiliki secara efisien untuk mencapai tujuan perusahaan.
 Manajemen Keuangan atau sering disebut pembelanjaan dapat diartikan sebagai semua aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan usaha-usaha mendapatkan dana perusahaan dengan biaya yang murah serta usaha untuk menggunakan dan mengalokasikan dana tersebut secara efisien.

Berbagai macam pembelanjaan, yaitu:
1.      Pembelanjaan Aktif.
 Adalah bagaiman menggunakan dan mengalokasikan dana yang telah diperoleh tersebut dengan cara yang paling efisien.

2.      Pembelanjaan Pasif.
Adalah usaha–usaha yang dilakukan perusahaan untuk memperoleh dana. Pembelanjaan pasif , dibagi menjadi:
a.       kuantitatif (jumlah), penentuan besar atau jumlah modal yang akan dibutuhkan.
b.      kualitatif (macam), penentuan jenis/macam modal yang akan digunakan.

3.      Pembelajaan ditinjau dari sumber dana
1)      Pembelanjaan dari luar (external financing)  
a.  Pembelanjaan sendiri (equity financing), dana yang berasal dari pemilik, peserta/pengambil bagian/pemegang saham.
b.      Pembelanjaan Asing (debt financing), dana yang berasal dari kredit bank, asuransi.
2)      Pembelanjaan dari dalam (internal financing)
a.   Pembelanjaan intern, penggunaan laba, penggunaan cadangan untuk digunakan sebagai modal
b.   Pembelanjaan intensif, penggunaan penyusutan aktiva tetap yang masih belum digunakan untuk menganti aktiva yang lama.


Sumber:
dan beberapa pendapat saya sendiri

Komentar